Faidah Hadits Keutamaan Mendahulukan Sebelah Kanan
Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata “Dahulu Nabi
shallallahu ‘alaihi wasallam amat menyukai
Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata
“Dahulu Nabi shallallahu ‘alaihi
wasallam amat menyukai memulai dengan kanan dalam mengenakan sandal, menyisir
rambut, bersuci dan dalam urusannya yang penting semuanya” (Muttafaqun ‘alaih).
Hadits ini dikeluarkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya
dalam Kitabul Wudhu Bab at-Tayammuni fil Wudhu’i wal Ghusli 1/269 hadits
no.168, dan Muslim dalam Shahih-nya, dalam Kitabu ath-Thaharati Babut tayammun
fith Thahuur wa Ghairih 1/226 hadits no.268.
Biografi Sahabat
Periwayat Hadits
Ia adalah seorang wanita Shiddiqah binti Shiddiq, Aisyah
binti Abu Bakar radhiyallahu ‘anhuma, Ummul Mukminin, istri Nabi shallallahu
‘alaihi wasallam serta merupakan istri beliau yang paling populer. ‘Aisyah
termasuk sahabat yang paling banyak meriwayatkan hadits, terutama hadits-hadits
yang berhubungan dengan kehidupan rumah tangga Nabi shallallahu ‘alaihi
wasallam. Aisyah radhiyallahu ‘anha terkenal dengan pemahaman agamanya yang
mendalam, ilmu, hafalan dan penguasaan bahasa Arab. Aisyah radhiyallahu ‘anha
wafat pada tahun 57 Hijrah. Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu memimpin
pelaksanaan shalat jenazahnya. (Lihat Siyaru A’lamin Nubala 2/135, Tahdzibut Tahdzib
12/433.)
Kosa Kata
takjub dengan sesuatu artinya menyukainya. Hal ini dikuatkan
oleh teks dalam riwayat lain milik Al-Bukhari dan Muslim يُحِبُّ (Lihat Shahih
Al-Bukhari hadits no.426 dan Shahih Muslim pada tempat yang sama.)
memulai dengan kanan.
Mengenakan sandal yaitu alas kaki (sepatu). Maksudnya,
segala yang dijadikan pelindung kaki dari tanah. Mulai mengenakan sandal untuk
kaki sebelah kanan dulu.
menyisir rambut. Maksudnya merapikan dan meminyakinya.
Kata ini dieja dengan memfathahkan huruf tha` dan
mendhommahkannya. Berdasarkan bacaan memfathahkan huruf tha`, maka maksudnya
adalah sesuatu yang dipergunakan untuk bersuci seperti air dan tanah.
Berdasarkan bacaan mendhommahkan tha` , maknanya perbuatan untuk bersuci
seperti mandi, berwudhu dan hal lain yang serupa dengannya. Inilah yang
dimaksud dalam hadits. Jadi, memulai dengan sebelah kanan dalam bersuci
maksudnya ialah memulai dengan anggota-anggota tubuh sebelah kanan. Memulai
dengan tangan kanan dan kaki kanan dalam wudhu. Dan dalam mandi, memulai sisi
tubuh sebelah kanan.
Pengertiannya, beliau memulai dengan sebelah kanan dalam
seluruh urusannya. Maksudnya, seluruh perkara yang baik. Syaikh Taqiyyuddin bin
Daqiq Al-‘Id rahimahullah mengatakan, “Itu keumuman yang dikhususkan. Karena
masuk tempat buang hajat dan keluar dari masjid dan hal lain yang serupa
dimulai dengan sebelah kiri”. (Lihat Ihkamul Ahkam Syarhu ‘Umdatil Ahkam 1/91,
penjelasan hadits kesembilan. Ibnu Hajar mengutipnya dengan sedikit diringkas
dalam Fathul Bari, penjelasan hadits tersebut. Dan dari situ kami mengutipnya).
Kandungan hukum dan
bimbingan dalam Hadits
1.
Dalam hadits ini terdapat penjelasan tentang
keutamaan para Ummul Mukminin radhiyallahu ‘anhun, dan secara khusus ‘Aisyah
radhiyallahu ‘anha, ia seorang wanita berilmu lagi paham agama, lagi bertakwa
dan wara’. Ia sangat antusias untuk mencari tahu tentang sunnah Nabi dan
menyebarkannya, agar umat Islam mengetahui keadaan-keadaan yang mendetail dari
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sehingga mereka bisa mengikuti beliau
shallallahu ‘alaihi wasallam.
2.
Hadits ini menunjukkan disunnahkannya memulai
dengan sebelah kanan sesuai kandungan dalam hadits, dan apa yang disebutkan
dalam hadits di sini hanya bersifat contoh saja, bukan berlaku pada apa yang
disebutkan. Kaedah dalam perkara ini bahwa setiap yang berhubungan dengan
hal-hal yang mulia dan keindaah dimulai dengan kanan, dan perkara-perkara yang
tidak demikian dimulai dengan sebelah kiri.
Dan di antara contoh yang dimulai dengan
sebelah kiri atau menggunakan tangan kiri, masuk ke toilet, keluar dari masjid,
melepas pakaian, bersuci dari hadats, membersihkan rongga hidung dan lain-lain.
Imam Nawawi rahimahullah berkata, “Kaedah syariat
yang terus berlaku bahwa segala yang berhubungan dengan kemuliaan dan keindahan
dianjurkan untuk memulai dengan sebelah kanan, dan segala yang merupakan
kebalikannya dianjurkan memulai dengan sebelah kiri. (Syarah An Nawawi terhadap
Shahih Muslim 3/160 dengan sedikit peringkasan. Untuk tambahan pengetahuan,
lihat perkataan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam Majmu Al-Fatawa 21/108-113.)
Di antara contoh dianjurkan memulai dengan sebelah
kanan atau menggunakan tangan kanan selain yang disebutkan dalam hadits,
mengenakan pakaian, masuk masjid, memotong kumis, mencukur rambut kepala, salam
dari shalat, makan, minum, mengambil sesuatu dan memberikannya, berjabat-tangan
dan lain-lain.
3.
Agama kita, Islam, adalah agama yang sempurna,
mengarahkan umatnya kepada segala yang memperbaiki urusan mereka, meninggikan
kedudukan mereka dan membedakan mereka dari penganut agama lain, serta
memberikan manfaat bagi mereka di dunia dan akhirat. Tidak ada kebaikan kecuali
telah menunjukkan umat kepadanya dan tidaklah ada keburukan kecuali telah
memperingatkan umat darinya.
4.
Kewajiban seorang muslim untuk mengikuti Nabi
shallallahu ‘alaihi wasallam dalam seluruh ucapan, tindakan dan jalan hidup dan
semua tindak-tanduk belia. Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam adalah qudwah
(pemimpin) dan uswah (teladan) bagi setiap muslim.
5.
Dalam hadits yang mulia ini tampak jelas
kesempurnaan syariat Islam yang mencakup seluruh aspek kehidupan manusia,
bahkan mencakup perkara-perkara yang mungkin saja seorang manusia tidak
memperhatikannya, namun ia mendapatkan arahan tepat dari Islam dalam persoalan
tersebut.
Seorang muslim akan memperoleh pahala ketika
ia mengerjakan hal-hal tersebut selama selalu komitmen dengan syariat Allah
Azza wa Jalla dan mengikuti Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.
6.
Seorang muslim diperintahkan untuk berpenampilan
yang baik. Dahulu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersuci,
membersihkan diri, menyisir rambut dan meminyakinya. Akan tetapi, hal ini tidak
berarti melakukannya dengan berlebihan hingga mengalahkan seluruh urusan lain
yang penting baginya. Ia harus tetap melakukan dengan seimbang, maksudnya perlu
juga ia memperhatikan kebersihan tubuhnya, akan tetapi tidak berlebihan dalam
urusan itu, sebagaimana disebutkan, agar ia tidak melenceng dari batasan yang
diperbolehkan.
Sumber: muslim
Faidah Hadits Keutamaan Mendahulukan Sebelah Kanan
Reviewed by Unknown
on
03.23
Rating:
Reviewed by Unknown
on
03.23
Rating:

Tidak ada komentar: